Friday, November 30, 2007

Sakit Hati

Dua hari lalu, seorang teman share his / her mind via YM...


[14:38] **********: Kamu pernah sakit hati gak?
[14:38] ***bill**: Hmm.. sering.
[14:40] **********: Kenapa y rasa sakitnya kok di dada? Organ apa y?
[14:40] ***bill**: Hmm.. menyumbat darah dari jantung
[14:43] **********: Gimana y biar ga sakit hati? Memangnya ada y orang yang terlalu biasa sakit hati sampai2 jadi mati rasa?
[14:43] ***bill**: Nope
[14:46] **********: Lalu..gimana caranya biar gak sakit hati? Apakah dengan tidak membuka hati?
[14:46] ***bill**: No, you can't close ur heart.
[14:47] **********: Lalu?
[14:48] ***bill**: Biarkan saja hati lu sakit.
[14:49] **********: Tapi kan jadi mengganggu aktivitas yang lain? Well, kalau aku sih kayak gitu...
[14:49] ***bill**: Kalau kata seseorang yang gw sayang, "nikmati saja rasa sakit itu karena rasa sakit itu tidak selalu terjadi setiap hari" :)
[14:57] ***bill**: Hmm.. bagaimana kalau lu merenung
[14:59] **********: Merenung? Setiap waktu, bill, aku melakukannya. Yang paling tidak bisa kulakukan itu adalah mengontrol diri untuk tidak melakukan kesalahan yang sama...
[14:59] ***bill*: Hahaha.. looks like i've done the same mistakes in these few days


Berbahagialah orang yang pernah merasakan sakit hati karena tidak semua orang pernah merasakan hal yang serupa. Whenever you're falling in love with someone, being hurt is inevitable. You will monitor his / her every single action, and eventually you'll find out his / her mistakes upon you. Tapi pertanyaannya: apakah semua orang pernah jatuh cinta? Kalau kamu pernah jatuh cinta, apakah itu terjadi setiap hari?

Kontrol diri untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Hmm.. sesuai dengan yang baru saja saya alami. Saya sendiri sering kali tanpa sadar melakukan kesalahan serupa, dan telah menyebabkan seseorang terluka. But I continue learning.


I'm not a perfect person
There's many things I wish I didn't do
But I continue learning
I never meant to do those things to you
http://liriklagucinta.blogspot.com/2007/11/hoobastank-reason.html


Well anyway, rasa sakit hati pasti dirasakan semua orang. Sakit hati tidak selalu dalam konteks cinta, tapi juga bisa dalam konteks pekerjaan atau kuliah. Beberapa hari yang lalu, juga ada seorang teman yang share tentang hubungannya dengan atasan dalam pekerjaan yang menimbulkan sakit hati.

Hati-hati! Ketika kita sakit hati, kita mudah tergoda untuk menyalahkan seseorang. Lalu siapa yang salah? Ternyata sering kali sumbernya tidak berasal dari luar. Tanyakan pada diri sendiri. Nilailah diri sendiri. Renungkan. Find the real solution for yourself.

"I'm not blaming you. It's just there is something missing" - quoting my fabulous lecturer



4 comments:




Wednesday, November 28, 2007

Mulai Membuat Surat

Tahukah anda memulai menulis sebuah naskah, laporan, dan surat bukan merupakan pekerjaan yang mudah, terutama jika memulai dari selembar kertas kosong. Merupakan suatu persoalan tipikal yang sering terjadi baik di sekolah, kuliah, maupun dalam pekerjaan. Oleh karena itu, biasanya organisasi sudah menyiapkan sebuah kerangka surat (template) atau contoh (example) yang bisa dipakai ulang (reuse).

Salah satunya di sekretariat fakultas saya sudah tersedia berbagai contoh surat resmi yang dapat kami pakai ketika kami membawa nama fakultas. Contoh surat resmi tersebut sudah mempunyai header dan footer yang menyimbolkan fakultas. Dua di antaranya adalah: surat ijin survey dan surat permohonan kerja praktek (magang).

Masalahnya tidak semua surat bisa dibuat dengan sekedar menyontoh template yang sudah ada. Dalam perusahaan, ketika harus membuat surat yang tidak tipikal, biasanya sekretaris diminta membuat surat tersebut, kemudian atasan memeriksa kebenaran surat tersebut.

Masalahnya yang sama sering kali dialami mahasiswa yang secara tidak langsung mendapat tugas membuat surat yang tidak tipikal. Mahasiswa dibiasakan untuk membuat berbagai laporan dan surat tanpa template. Tujuannya baik: melatih mahasiswa membuat dokumentasi dan laporan.

Saya adalah salah satu "korban" yang mengerjakan surat di bawah selama 30 menit.



Contoh Surat Persetujuan Pengguna


Bersamaan dengan surat ini, kami dari ........ dalam rangka ........ meminta persetujuan ........ selaku ........ sebagai pengguna dari software ........ bahwa software yang dikembangkan sudah sesuai dengan keperluan pengguna. Persetujuan dilakukan pada:

Hari / Tanggal :
Waktu :
Tempat :

Terima kasih atas ........ yang diberikan kepada ........



Mengetahui,



Well, it's really wasting my precious time. Untunglah dipercepat dengan bantuan seorang teman wanita. Hmm... I'm wondering, kenapa ya wanita selalu lebih mudah dalam membuat surat dan dokumentasi? Lebih pintar dalam memilih kata-kata yang tepat?

"Wah, lu jangan main gender Bill", teriak salah satu teman saya.

No comments:




Wednesday, November 21, 2007

Anda Harus Tahu Kapan Harus Bersikap Tegas

"BRAK!!", suara meja digebrak oleh seseorang, saya kaget dan keep silent.

Kemarin pagi saya berada di kantor salah satu klien. Kala itu, saya sedang setup new computer into network. Kebetulan letak komputer cukup dekat dari ruang meeting kantor. Ketika saya menghadap berlawanan arah ruang meeting tiba-tiba suara nyaring di atas terdengar dari belakang saya beserta kemarahan bertubi-tubi. Tak lama kemudian, saya pun menyadari apa yang sesungguhnya terjadi.

Lama kemudian, klien saya meninggalkan ruangan meeting dan saya sempat menyapanya. Tampaknya ia terburu-buru. Selepas kepergiannya, suasana shock masih terasa di gedung itu. Sempat dilema juga sebagai pihak ketiga karena harus maintain hubungan baik terhadap klien dan juga terhadap staf-nya.

Ya, saya setuju dengan apa yang dilakukan klien saya. Bawahan kadang kala memang perlu disikapi dengan tegas, terutama jika anda sudah punya cukup alasan untuk bertindak.


Beberapa pelajaran yang dapat dipetik, marahlah dengan:

Alasan tepat. Bawahan anda memiliki rasionalitas dan perasaan. Jika kemarahan anda tidak mampu menyerang rasionalitasnya, maka ia berasumsi anda menyerang perasaannya. Untuk menyerang rasionalitas, berikan alasan yang masuk akal baginya.

Sasaran tepat. Jangan marah kepada orang yang salah. Tidak ada satupun orang yang suka dikambinghitamkan.

Emosi yang cepat menghilang dan tanpa dendam. Dalam suatu hubungan, emosi yang berlarut-larut dapat menyebabkan konflik yang tak berkesudahan.


Last word, I hope my client could re-maintain relationship with the staff.

No comments:




Monday, November 19, 2007

Pria Sejati

Gw punya seseorang yang dekat dalam hidup gw. Beliau adalah orang yang berpengalaman, unbeatable on every situation, know how to control people, and he is damn rich. Unfortunately, ia punya kelemahan. Yes, nobody's perfect. Beliau tidak mengerti perasaan wanita. Gw pernah coba bicarakan hal ini dengannya, namun ia tetap bersikeras. Ini adalah kesalahan yang sering dilakukan setiap cowo.

Gw sadar gw bukan orang yang paling hebat. Gw juga terus belajar memahami wanita. Yang sulit adalah membuat orang lain mau ikut belajar.

Sembari menulis blog ini, gw juga menyusun framework untuk mengajari teman gw ini. Gw berusaha mengarahkannya menjadi pribadi yang lebih baik. Namun ternyata membuatnya mau belajar bukan hal yang mudah. Orang besar merasa ia yang paling benar.

Berikut adalah hal-hal yang tersimpan dalam benak gw. Gw yakin sebagian dari hal-hal berikut sudah dipenuhi olehnya.



Pria sejati tidak takut untuk berdebat ketika ia benar.

Pria sejati bisa mengontrol emosinya dalam keadaan apapun.

Pria sejati mau mengakui kesalahannya.

Pria sejati tahu kapan ia harus diam.

Pria sejati mau mendengarkan.

Pria sejati tidak pernah ngambek.

Pria sejati terus berpikir di saat-saat sulit.

Pria sejati mempertanggungjawabkan setiap perbuatannya.

Pria sejati tidak memaksa, Pria sejati mengarahkan wanita.

"Pria sejati tidak memperkosa, wanita yang rela memberikannya" ~quoting my fabulous friend.

"Pria sejati nggak akan mengambil kesempatan dalam kesempitan" ~quoting my mysterious friend.

6 comments:




Monday, November 12, 2007

Lucu

"Kamu lucu banget sih." Pernah ga anda mendengar kata ini dari lawan jenis anda? Kalau pernah, berarti anda berhasil meng-attract dia. Jangan kaget kalau tiba-tiba dia ingin menjadi lebih dekat sebagai seorang teman atau lebih dekat lagi.

Nah, sekarang mari kita analisa bagaimana caranya supaya bisa keluar kata lucu itu. Ada beberapa makna dari kata lucu yang dikeluarkan oleh lawan jenis anda:
1. Anda benar-benar merupakan orang yang lucu, humoris, dan berhasil membuatnya tertawa.
2. Ia berada di dalam suasana sedih, namun Anda dapat membuatnya tenang.
3. Kata seseorang sih, anda nyebelin banget. (update 20071119)
4. Anda adalah orang yang berarti baginya, ntah sebagai teman ataupun sebagai....

Faktanya, kalau anda memang orang yang berarti baginya, kata lucu bisa jadi dikeluarkan tidak hanya ketika anda melucu, bahkan ketika anda sedih, tertekan, dll.

Eits, tunggu dulu. Jangan terlalu berharap mendengar kata lucu ini setiap kali anda suka dengan seseorang. Bukan selalu berarti orang yang suka dengan anda akan selalu mengeluarkan kata lucu. Ga mungkin kan orang bule yang ga pernah paham bahasa Indonesia lalu tiba-tiba ngomong, "Kamu lucu banget sih".

4 comments:




Friday, November 2, 2007

Pair Programming, When? Why?

"WHAT?! Two developer in one computer, develop one slice of programming code. It's a lot resource wasting". It probably most common comment from Project Manager all around the world.

Fortunately, Laurie Williams of the University of Utah in Salt Lake City has verified that, "Paired programmers are only 15% slower than two independent individual programmers, but produce 15% fewer bugs (N.B.: The original study showed that 'error-free' code went from 70 % to 85 %; it may be more intuitive to call this a 50 % decrease of errors, from 30 % to 15 %). Since TESTING and DEBUGGING are often many times MORE COSTLY than initial programming, this is an IMPRESSIVE result."

WHY? I bet, you debug more than you program in project. I could finish 1 page of Web Form in 1 hour, but I could debug the page problem up to 3 hours. Even if it is only one really small little problem. So, based on the research, 2 page are finished in 60 minutes and 90 minutes of debugging time with pair programming, instead of 50 minutes of development and 180 minutes of debugging time with individual programming.

WHEN? I bet, if you do Stored Procedure Programming frequently as a Database Administrators, you will have learned much about any issues that put you into trouble in the past. The debugging time is shortened for some kind of development that developer do frequently. So, pair programming is not that effective for monolithic skill set developer. Pair is effective for multiple skill set developer with frequently-technology-changing-work.

It is interesting to find that when project use me, I do the code programming and technology learning at once. I often use this pairing methodology to produce some project code. Since I'm still a CS student, which has low technical knowledge, the learning time is also shortened through pairing.

The pair consists of 1 developer and 1 navigator and the role is rolled frequently. The navigator functions as the programmer's guardian so the program seems to be as bug-free as possible.

The advantage and disadvantage of Pair Programming can be read at here: http://en.wikipedia.org/wiki/Pair_programming

No comments:




Thursday, November 1, 2007

Jokes at Mobile Phones Outlet

Which one is harder? To be humiliated or to humiliate?

Few days ago, one of my cool friend searched and found this mobile phone from Google. He is very interested to see and touch the phone.

So, he went to Sony Ericsson's outlet and asked the SPB around about the product's availability. Then the SPB whispered to him, "Sorry sir, this product is not released yet in Indonesia, but I saw a customer over there is using the phone already".

Somehow, the customer, an old woman, heard and then intentionally facing my friend. Only a few seconds after, she PROUDLY showed her phone on her left hand with GLORIOUS face. She loudly speak, "Do you mean this? This is great, isn't it? I HAVE the black one too."

Curiously (or 'FURIOUSLY' I can tell), he asked the decent woman, "Where did you BUY that, lady?"

Finally, she winningly answered with HIGH voice, "No No No, I didn't buy, I GET the phone as a gift."

1 comment: